Jayanto, Nicollas Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Effect of Pronation and Supinnation Positions on preventing injuries on the Operating Table: A Scooping Review Pratama, Alvie Yudha; Jayanto, Nicollas Dwi; Wardhany, Tri; Putranto, Happy Septian Rizki; Pramita, Ellyda Septiani
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Posisi pasien selama operasi merupakan komponen penting dari keselamatan perioperatif karena dapat memengaruhi risiko cedera saraf, ulkus tekan, gangguan vaskular, dan cedera mata. Posisi pronasi dan supinasi sering digunakan dalam berbagai prosedur bedah tetapi memiliki profil risiko yang berbeda. Studi ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai pengaruh pronasi dan supinasi terhadap pencegahan cedera di meja operasi dan peran tenaga kesehatan dalam memastikan posisi pasien yang aman. Metode: Studi ini menggunakan desain tinjauan cakupan berdasarkan kerangka kerja Arksey dan O'Malley. Pencarian literatur dilakukan di basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar yang mencakup publikasi dari tahun 2021 hingga 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian disaring menggunakan bagan alur PRISMA. Dari 455 artikel yang diidentifikasi, 10 memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pronasi memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan posisi supinasi, terutama terkait cedera saraf perifer, luka tekan, dan cedera mata. Kesimpulan: Penerapan posisi pasien yang aman selama operasi memerlukan pendekatan sistematis berbasis bukti. Pelatihan berkelanjutan, kepatuhan terhadap standar posisi, dan dukungan organisasi merupakan kunci untuk mengurangi risiko cedera perioperatif. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan pedoman dan praktik keperawatan anestesi yang lebih aman dan berpusat pada pasien.