Pada abad ke-21 dunia pendidikan menuntut peserta didik untuk menguasai kemampuan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang melibatkan proses mencari, mengolah, menganalisis, dan menyusun informasi guna mendorong kreativitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kterampilana berpikir kritis peserta didik di SMAN 7 Surabaya, khususnya pada materi ekosistem. Berdasarkan hasil wawancara, media pembelajaran yang digunakan kurang menarik sehingga peserta didik pasif. Topik ekosistem dipilih karena kontekstual dan relevan dengan permasalahan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis PBL materi ekosistem untuk meningkatkan berpikir kritis yang layak berdasaarkanvaliditas, kepraktisan, dan keefektifan. Metode pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Uji coba dilakukan secara terbatas pada 36 peserta didik kelas X-6 SMAN 7 Surabaya. Penilaian validitas diperoleh dari dua validator, kepraktisan dari obsevasi keterlaksanaan olleh observer, serta keefektifan melalui peningkatan nilai pretest dan posttest dan angket repons peserta didik. Temuan penelitian mengungkap validitas produk mencapai 98,90%, tingkat kepraktisan sempurna yakni 100%, efektivitas tinggi dengan nilai N-gain sebesar 0,72, respons positif siswa mencapai 97,40%, dan sensitivitas soal berada pada angka 0,50. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis problem based learning memiliki efektivitas yang signifikan dalam mendukung proses pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD), Problem Based Learning (PBL), Berpikir kritis, Ekosistem.