Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Menyelesaikan Masalah Siswa Di SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman Ahmad Nurfauzan, ahmad; Zia Achmalia Adela, Zia; Ananda Siti Nurpadilah, Ananda; Sifa Aminatu Jahro, Sifa; Nur Aini Farida, Nur
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.154

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi, karakter, serta kemampuan sosial peserta didik. Dalam praktiknya, setiap siswa memiliki latar belakang, kemampuan intelektual, kondisi emosional, dan lingkungan sosial yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, baik akademik, pribadi, maupun sosial. Permasalahan tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, rendahnya prestasi, hingga terganggunya proses penyesuaian diri siswa di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara efektif dan terarah. Guru BK sebagai tenaga profesional di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemberi layanan konseling, tetapi juga sebagai motivator, mediator, fasilitator, dan pembimbing dalam mendukung perkembangan optimal siswa. Melalui layanan pribadi, sosial, dan akademik, guru BK berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pertumbuhan karakter siswa secara menyeluruh. Di SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman, pelaksanaan layanan BK dilakukan secara sistematis melalui program rutin, konseling individu, psikotes, serta kolaborasi dengan wali kelas dan pihak sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa untuk berkonsultasi secara mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut, penting untuk mengkaji efektivitas peran guru BK dalam menyelesaikan permasalahan siswa guna meningkatkan kualitas layanan konseling di sekolah.