This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Ultras
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Karakter Laris Gorori (Bernalar Kritis, Gotong Royong, Mandiri) Bagi Pemilih Pemula Melalui Kegiatan P5 Suara DemokrasiDi SMK Negeri 1 Kersana Anisa Ufitri, Hayah; Cahya, Titian; Fadriah, Fifin
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 7 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH ULTRAS
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks Pemilu 2024, pemilih pemula adalah pemilih yang pada tahun 2024 genap berusia 17 hingga 21 tahun. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pemilih pemula berstatus pelajar/mahasiswa dengan pengalaman politik yang masih rendah serta putusan pilihan yang berubah-ubah. Kemendikbudristek memperkenalkan kurikulum merdeka yang khas dengan disusunnya program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik sebagai proses penguatan karakter sekaligus perwujudan belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya. Implementasi P5 diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya. SMK Negeri 1 Kersana melaksanakan P5 dengan tema Suara Demokrasi, yang pelaksanaannya seperti miniatur Pemilu 2024 dalam konteks pemilihan ketua OSIS. Penelitian ini berfokus pada pembentukan karakter Laris Gorori (Bernalar Kritis, Gotong Royong, Mandiri) dalam implementasi P5 Suara Demokrasi untuk mengentaskan permasalahan pemilih pemula meliputi rendahnya kesadaran politik, pengalaman politik, serta kebingungan dalam menentukan pilihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan seluruh peserta didik kelas X (Fase E) pada tahun ajaran 2023/2024. Data penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi pelaksanaan P5 serta dokumentasi kegiatan berupa foto. Hasil penelitian sebanyak 576 peserta didik menggunakan hak suara dengan memilih ketua dan wakil ketua OSIS pilihannya dengan sistem coblos. Artinya, 100 % peserta didik menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. Sementara dimensi bernalar kritis terbentuk dari latihan dan pembiasaan peserta didik sebagai pemilih pemula, dimensi gotong royong terbentuk dari proses kolaborasi, berbagi, dan peduli terhadap sesama pemilih pemula, dan dimensi mandiri terbentuk dari kesadaran akanĀ  situasi dan regulasi diri.