Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara umum, khususnya pada anak usia sekolah yang rentan mengalami masalah seperti karies gigi akibat kebiasaan menjaga kebersihan mulut yang kurang optimal. Guru memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku kesehatan siswa, sehingga perlu dibekali pengetahuan yang memadai melalui media pendidikan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada guru. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest–posttest with one group design. Sampel penelitian berjumlah 30 guru di SDN 1 Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi kesehatan gigi dan mulut, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar pengetahuan guru berada pada kategori kurang baik (63,3%), sedangkan setelah intervensi seluruh responden berada pada kategori baik (100%). Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 50 menjadi 94 dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan guru. Media audiovisual terbukti efektif karena mampu melibatkan indra penglihatan dan pendengaran secara simultan, sehingga meningkatkan perhatian, pemahaman, dan retensi informasi. Oleh karena itu, penggunaan media audiovisual dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah.