Persaingan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk senantiasa meningkatkan produktivitas guna menjaga efisiensi dan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat produktivitas pada proses produksi lampu LED dengan metode Objective Matrix (OMAX) yang dipadukan dengan pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP) serta analisis akar penyebab menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Data yang digunakan mencakup rasio efisiensi tenaga kerja, pemanfaatan mesin, kualitas produk, waktu setup, dan biaya produksi dari bulan Januari hingga Desember 2024. Hasil perhitungan OMAX menunjukkan bahwa indeks produktivitas mengalami fluktuasi sepanjang periode penelitian, dengan nilai rata-rata sebesar 281. Nilai tertinggi dicapai pada bulan Juli sebesar 392, sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan Oktober sebesar 178. Fluktuasi tersebut mengindikasikan adanya ketidakstabilan dalam pengelolaan sumber daya produksi. Analisis RCA dengan bantuan Diagram Fishbone dan 5 Whys mengidentifikasi penyebab utama penurunan produktivitas, yaitu keterlambatan perawatan mesin, kualitas material yang tidak konsisten, serta keterampilan operator yang tidak merata. Berdasarkan hasil temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan penjadwalan perawatan preventif, pelatihan operator secara berkala, serta integrasi sistem pemantauan produktivitas yang lebih komprehensif. Dengan adanya rekomendasi ini, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses, menekan downtime, serta menjaga kualitas output secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai acuan evaluasi produktivitas dan pengambilan keputusan strategis di industri manufaktur.