Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu komponen penting yang sangat dipengaruhi oleh pemberian stimulasi dari orang tua, terutama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai stimulasi dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia 3 tahun di Posyandu Rawa Badak Selatan, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 pasangan ibu dan anak usia 3 tahun yang diambil dengan teknik simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan ibu serta lembar observasi perkembangan motorik anak, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai stimulasi motorik kasar (98,8%) dan motorik halus (88,9%). Sebagian besar anak usia 3 tahun juga menunjukkan perkembangan motorik kasar dan motorik halus yang sesuai dengan usia, masing-masing sebesar 97,5%. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3 tahun (p = 0,025) serta perkembangan motorik halus anak usia 3 tahun (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 3 tahun. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui kegiatan edukasi kesehatan di Posyandu perlu terus ditingkatkan guna mendukung perkembangan motorik anak secara optimal sejak usia dini.