Industri perfilman Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir seiring perkembangan teknologi, meningkatnya kreativitas insan film, perubahan perilaku penonton, serta kemajuan platform digital. Di sisi lain, kebijakan pemerintah turut berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan produktivitas industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor teknologi, faktor kreativitas, faktor perubahan perilaku penonton, dan faktor kemajuan platform digital terhadap produktivitas industri perfilman Indonesia dengan kebijakan pemerintah sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei terhadap pelaku industri perfilman, meliputi produser, sutradara, penulis skenario, kru produksi, dan pengelola platform distribusi digital. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara keseluruhan, faktor teknologi, kreativitas, dan platform digital terbukti meningkatkan produktivitas industri perfilman Indonesia baik secara langsung maupun melalui kebijakan pemerintah. Sementara itu, perubahan perilaku penonton memiliki pengaruh signifikan namun cenderung negatif terhadap kebijakan maupun produktivitas film. Kebijakan pemerintah berperan sebagai faktor kunci yang memperkuat hubungan antar variabel dan menjadi penentu utama dalam mendorong produktivitas industri perfilman nasional.