Farah Ramadhani2, Yesi Serlina3, Nopa4, Nurhasari5, Fifin Winarsih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LANGKAH HIJAU DARI KAMPUS PRODUKSI KESET SABUT KELAPA ANTI SLIP SEBAGAI USAHA KREATIF MAHASISWA Farah Ramadhani2, Yesi Serlina3, Nopa4, Nurhasari5, Fifin Winarsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/hffb8j76

Abstract

Kegiatan praktik Technopreneurship bertajuk Langkah Hijau dari Kampus: Produksi Keset Sabut Kelapa Anti Slip sebagai Usaha Kreatif Mahasiswa dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) di rumah produksi Kampus Politeknik Seruyan. Program ini bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kompetensi kewirausahaan berbasis teknologi sederhana. Kegiatan melibatkan 5 mahasiswa dalam bentuk praktik langsung pada mata kuliah Technopreneurship. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung (learning by doing) yang meliputi tahap persiapan, produksi, pemasaran, dan evaluasi usaha. Sebanyak 5 ( Lima) mahasiswa terlibat aktif dalam proses produksi dan manajemen usaha dalam praktek .Total biaya produksi per bulan sebesar Rp6.690.000 yang terdiri atas bahan baku Rp135.000, tenaga kerja Rp4.500.000, peralatan produksi Rp555.000, dan biaya lain-lain Rp1.500.000. Dalam satu siklus produksi dihasilkan 5 unit keset sabut kelapa anti slip. Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar berasal dari tenaga kerja 67,27%, sehingga efisiensi produksi menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha. Program ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam perencanaan biaya, proses produksi, serta evaluasi kelayakan usaha berbasis ekonomi hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial mahasiswa, mengurangi limbah organik, serta menghasilkan produk inovatif yang berpotensi dikembangkan sebagai unit usaha berkelanjutan berbasis kewirausahaan hijau. Kata kunci: sabut kelapa, technopreneurship, analisis biaya, usaha kreatif mahasiswa, ekonomi hijau.