Tujuan Penelitian: Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis signifikansi pengaruh struktur tata kelola perusahaan (kepemilikan institusional dan komite audit) serta kinerja keuangan (GPM, ROA, ROE) terhadap nilai perusahaan, guna memetakan determinan utama yang memengaruhi stabilitas keuangan entitas.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling guna meneliti 18 perusahaan minyak dan gas bumi (tercatat dalam bursa efek indonesia antara tahun 2021 sampai 2024), dengan 14 perusahaan menjadi sampel akhir. Untuk analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.Originalitas/Novelty: Novelty penelitian ini terletak pada pengujian integratif antara tata kelola internal dan efisiensi produksi (GPM) yang masih jarang dilakukan di sektor migas. Penelitian ini secara kritis menguji anomali empiris, seperti potensi pengaruh negatif GPM dan komite audit terhadap nilai perusahaan, guna mengungkap inefisiensi manajerial dan efektivitas pengawasan pada sektor berisiko tinggi tersebut.Hasil Penelitian: Hasil analisis mengungkapkan variabel kepemilikan institusional dan return on asset tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai perusahaan, komite audit dan gross profit margin berpengaruh negatif secara signifikan dengan nilai perusahaan, return on equity berpengaruh positif secara signifikan dengan nilai perusahaan.Implikasi: Penelitian ini menjadi acuan bagi regulator dalam mengevaluasi kebijakan tata kelola migas dan bagi investor untuk validasi laporan keuangan. Temuan ini juga memperkaya literatur industri berisiko tinggi serta mendorong transparansi profesional demi meningkatkan legitimasi dan nilai entitas. Research Objectives: The purpose of this research is to analyze the significance of the influence of corporate governance structure (institutional ownership and audit committee) and financial performance (GPM, ROA, ROE) on company value, in order to map the main determinants that influence the financial stability of the entity.Research Method: This study used a purposive sampling technique to examine 18 oil and gas companies (listed on the Indonesian Stock Exchange between 2021 and 2024), with 14 companies forming the final sample. Data analysis used multiple linear regression.Originality/Novelty: The novelty of this research lies in its integrative examination of internal governance and production efficiency (GPM), a practice rarely undertaken in the oil and gas sector. This research critically examines empirical anomalies, such as the potential negative influence of GPM and audit committees on firm value, to uncover managerial inefficiencies and oversight effectiveness in this high-risk sector.Research Results: The results of the analysis revealed that institutional ownership and return on assets variables did not have a significant effect on company value, audit committee and gross profit margin had a significant negative effect on company value, return on equity had a significant positive effect on company value.Implications: This research serves as a reference for regulators in evaluating oil and gas governance policies and for investors in validating financial reports. The findings also enrich the literature on high-risk industries and promote professional transparency to enhance entity legitimacy and value.