Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH 2,4-D DAN BAP TERHADAP INDUKSI IN VITRO TUNAS AKSILER ANGGREK HIBRIDA (DENDROBIUM APEL IRENG X DENDROBIUM VIAN) Musyaffa, Fikri Arnindra; Aloysius, Suyitno
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.18640

Abstract

Abstrak. Permintaan pasar terhadap anggrek semakin naik setiap tahunnya. akan tetapi, tidak diikuti dengan kenaikan produksi anggrek di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D + BAP dan posisi nodus terhadap induksi tunas aksiler anggrek hibrida (Dendrobium Apel Ireng x Dendrobium Vian) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan dua faktor perlakuan, yaitu: kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) 2,4-D + BAP dan posisi nodus (atas, tengah, bawah). Pertumbuhan tunas aksiler diukur berdasarkan waktu muncul tunas, pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, dan pertumbuhan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi konsentrasi 1 ppm 2,4-D + 2 ppm BAP pada medium NP + AK merupakan kombinasi konsentrasi ZPT terbaik karena mampu menginduksi waktu muncul tunas paling cepat, jumlah tunas, diameter tunas, berat basah, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah akar, dan panjang akar paling baik. Kombinasi konsentrasi 1,5 ppm 2,4-D + 1 ppm BAP mampu menghasilkan diameter tunas paling baik. Posisi nodus terbaik adalah posisi nodus bagian tengah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara variasi kombinasi ZPT dan posisi nodus terhadap parameter tinggi tunas. Kata kunci: Anggrek Hibrida, Tunas Aksiler, 2,4-Dichlorophenoxyacetic (2,4-D), Benzyl Amino Purine (BAP), Posisi Nodus