Abstrak Lingkungan sekolah memiliki berbagai potensi bahaya (hazard) yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Namun, pemahaman dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih terbatas sehingga diperlukan upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan budaya keselamatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran warga sekolah terhadap penerapan K3 melalui edukasi yang terstruktur. Mitra sasaran adalah SMA Negeri 12 Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 87 orang yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi K3 menggunakan presentasi ilmiah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi partisipatif untuk menilai respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan sebelum program sebesar 75 dan setelah program menjadi 85, disertai perubahan sikap yang lebih positif terhadap penerapan prinsip keselamatan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merumuskan dua rencana tindak lanjut, yaitu melakukan identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah serta menyusun langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit terkait aktivitas sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya K3 di sekolah dan menjadi dasar bagi program keselamatan berkelanjutan. Kata kunci: bahaya; keselamatan dan kesehatan kerja; promosi kesehatan; budaya keselamatan. Abstract The school environment contains various potential hazards that may threaten the safety and health of all school members, including students, teachers, and education personnel. However, understanding and implementation of Occupational Safety and Health (OSH) principles in schools remain limited, necessitating effective promotive efforts to strengthen a safety culture. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and awareness of school members regarding OSH application through structured educational intervention. The target partner was SMA Negeri 12 Makassar, with a total of 87 participants consisting of students and teaching staff. The program was delivered through OSH material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to encourage active participation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in understanding, complemented by participatory observation to assess participants’ responses. The results showed that the average knowledge score increased from 75 before the program to 85 afterward, accompanied by more positive attitudes toward the implementation of safety principles. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and formulated two follow-up plans: (1) conducting systematic identification of potential hazards within the school environment, and (2) developing preventive measures to reduce the risk of accidents and school-related illnesses. This activity contributed to strengthening the OSH culture at the school and served as a foundation for developing sustainable safety programs. Keywords: hazard; health promotion; occupational health and safety; safety culture.