Festival berkelanjutan semakin dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat city branding, karena mampu memadukan aspek lingkungan, sosial-budaya, ekonomi, tata kelola, dan teknologi. Namun, kajian akademik mengenai topik ini masih terbatas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan akademik tentang festival berkelanjutan sekaligus mengidentifikasi peluang penerapannya dalam konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi internasional periode 2020–2025. Artikel terpilih dianalisis berdasarkan profil publikasi, tema utama, keterkaitan dengan city branding, serta tantangan dan peluang implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa festival berkelanjutan merupakan fenomena multidimensi. Aspek lingkungan menekankan pengurangan jejak karbon dan pengelolaan sampah; aspek sosial-budaya menyoroti partisipasi komunitas dan edukasi publik; aspek ekonomi menegaskan kontribusi pada perekonomian lokal; tata kelola mencakup model integratif yang mendukung bio-ekonomi, ekonomi sirkular, dan ekonomi hijau; sementara inovasi digital meningkatkan efisiensi dan promosi festival. Dalam konteks Indonesia, festival berkelanjutan berpotensi besar mendukung city branding dengan memadukan kearifan lokal, teknologi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan festival berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, kesadaran publik, serta dukungan inovasi digital untuk memperkuat citra kota yang kompetitif sekaligus ramah lingkungan