Mengembangkan rencana asortimen merupakan strategi pengelolaan pilihan menu yang terencana dan efisien dalam usaha makanan. Konsep pengelolaan rencana asortimen merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada awalnya, konsep ini berkembang dalam manajemen ritel untuk mengatur kombinasi produk secara efektif. Jika diterapkan pada usaha makanan, asortimen merujuk pada jumlah dan jenis menu yang tersedia pada waktu tertentu, baik harian maupun mingguan. Pengecer pada akhirnya menentukan total kuantitas rak untuk barang-barang terdaftar yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan bertujuan untuk memaksimalkan total laba yang diharapkan di semua barang terdaftar. Mitra pelatihan adalah UMKM Warteg Nasi Liwet yang berlokasi di kawasan permukiman padat di Jakarta Barat. Usaha ini menyediakan berbagai menu siap saji dan menu pesanan khusus, namun belum memiliki perencanaan menu yang terstruktur, sehingga sering menghadapi kendala dalam efisiensi operasional dan pemborosan bahan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemilik usaha memahami pentingnya penyusunan menu berbasis konsep asortimen agar lebih efisien, tepat sasaran, dan minim risiko pemborosan. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan langsung berupa pemaparan teori, diskusi, dan simulasi perencanaan menu. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha. Dengan pelatihan ini, UMKM diharapkan dapat mulai menyusun rencana menu harian dan rotasi yang lebih efisien dan sesuai dengan kapasitas usaha. Keyword: asortimen, pelatihan, UMKM