Wilujeng, Wiwik
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA Wilujeng, Wiwik; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9351

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students. ABSTRAK Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.