Setiawan, Astrid Sendra Septiani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal dalam Proses Adaptasi Sosial Antar Warga Binaan Berdasarkan Teori FIRO di Rutan Kelas IIB Gianyar Setiawan, Astrid Sendra Septiani; Bestari, Ni Made Prasiwi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2066

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pola komunikasi antar warga binaan dapat mendukung proses adaptasi sosial dalam lingkungan tertutup dan penuh keterbatasan. Kondisi over kapasitas di lembaga pemasyarakatan menimbulkan tantangan dalam menjaga dinamika sosial antar warga binaan, terutama terkait aspek komunikasi interpersonal yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal warga binaan pemasyarakatan melalui kerangka teori FIRO dalam memahami proses adaptasi sosial di Rutan Kelas IIB Gianyar. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman subjektif warga binaan yang menghadapi kondisi over capacity, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi terhadap 11 informan yang terdiri dari warga binaan dengan masa pidana dibawah satu tahun, diatas satu tahun, dan petugas rutan. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan teori FIRO, yaitu inclusion, affection, dan control, melalui mekanisme reduksi data, pengelompokan, dan penafsiran makna subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang memfokuskan pada kebutuhan inclusion memperlihatkan penerimaan sosial yang pertama kali dibangun melalui kegiatan dan interaksi sehari-hari, pada kebutuhan affection tercermin dalam hubungan emosional yang saling mendukung, dan pada kebutuhan control berfungsi untuk menjaga keteraturan sosial serta tanggung jawab bersama. Penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor seperti kondisi lingkungan rutan dan latar belakang sosial budaya yang mempengaruhi dinamika komunikasi dan proses adaptasi antar warga binaan. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan ketiga kebutuhan ini mampu membangun hubungan yang harmonis dan adaptif di tengah kondisi over kapasitas. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan model pembinaan berbasis komunikasi humanis dan empatik untuk meningkatkan proses reintegrasi sosial warga binaan dalam lembaga pemasyarakatan.