Ahromi, Lahiria Wuliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relasi Kuasa dan Transformasi Konflik dalam Praktik Filantropi Lintas Iman pada Komunitas Sega Mubeng di Kota Yogyakarta Ahromi, Lahiria Wuliana
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2186

Abstract

Artikel ini menganalisis dinamika konflik laten dan transformasi solidaritas dalam praktik filantropi lintas iman yang dijalankan oleh Komunitas Sega Mubeng di Kota Yogyakarta. Praktik berbagi makanan yang berpusat di lingkungan Pastoran Gereja Katolik Padua pada awalnya memunculkan kecurigaan sebagian masyarakat permerima bantuan terkait potensi dominasi simbolik agama. Fenomena ini menunjukkan adanya relasi kuasa asimetris antara pemberi bantuan yang memiliki otoritas simbolik dan penerima yang berrada dalam posisi subordinat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana konflik laten tersebut muncul, dinegosiasikan, dan bertransformasi menjadi solidaritas efektif lintas iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap praktik filantropi dan interaksi sosial antara relawan dan penerima manfaat, serta didukung studi pustaka terhadap literatur sosiologi konflik agama. Analisis dilakukan dengan kerangka teori konflik Ralf Dahrendorf untuk menafsirkan relasi dominasi subordinasi dan mekanisme perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecurigaan awal terhadap praktik filantropi berakar pada ketimpangan otoritas simbolik, namun melalui interaksi sosial yang berulang, terbuka, dn non dogmatis, konflik laten tidak berkembang menjadi konflik manifes, melainkan bertransformasi menjadi kepercayaan dan solidaritas sosial. Temuan ini menegaskan bahwa konflik dapat berfungsi sebagai mekanisme intergratif yang mendorong perubahan sosial positif serta memperkuat relevansi konflik dalam kajian filantropi lintas iman di Indonesia.