Sabri Januarti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELEVANSI KURIKULUM MERDEKA DAN OUTCOME BASE EDUCATION DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Ghitsa Nurunnisa; Sabri januarti; Nurhasanah Syahrani Situmorang; Rizki Ananda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52627

Abstract

Transformasi pendidikan di Indonesia pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut sistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi adaptif, kritis, dan relevan terhadap kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks tersebut, Kurikulum Merdeka melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta pendekatan Outcome-Based Education (OBE) hadir sebagai paradigma baru yang menekankan fleksibilitas pembelajaran dan pencapaian luaran kompetensi yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi integrasi Kurikulum Merdeka dan OBE dalam transformasi pendidikan di Indonesia, mengidentifikasi implementasinya pada berbagai disiplin ilmu, serta mengkaji hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan analitis kualitatif terhadap berbagai artikel ilmiah yang terindeks Scopus dan Sinta dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi OBE dan Kurikulum Merdeka memiliki koherensi epistemologis yang kuat karena fleksibilitas pembelajaran dalam MBKM dapat dikontrol melalui standar capaian pembelajaran yang terukur pada OBE. Implementasi pada sektor vokasi, sains, humaniora, dan pendidikan agama menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreativitas, serta employability skills mahasiswa. Selain itu, pengalaman pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan di luar kampus terbukti memperkuat kompetensi profesional dan kepemimpinan lulusan. Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai hambatan struktural, seperti rendahnya literasi asesmen, keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan pedagogi, serta tingginya beban administratif yang memicu kelelahan emosional pendidik. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi pendidikan berbasis OBE dan Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan institusional yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas pendidik, pengembangan sistem evaluasi autentik, serta restrukturisasi birokrasi pendidikan yang lebih adaptif dan kolaboratif