Jumlah kecelakaan yang terjadi pada bus pariwisata di Indonesia menunjukkan bahwa peningkatan keamanan dan keselamatan transportasi wisata masih merupakan masalah yang sangat penting. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa sering pengelola bus pariwisata mematuhi kebijakan keselamatan dan keamanan saat menjalankan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah mengenai penerapan kebijakan keselamatan dan keamanan pada operator bus pariwisata Big Bird Jakarta, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi pelaksanaannya. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif dan menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan pengemudi, pengguna layanan, dan manajemen operasional, serta pemeriksaan dokumen seperti catatan perawatan kendaraan, alat keselamatan, dan standar operasional prosedur (SOP). Keabsahan data dijamin melalui metode triangulasi sumber. Di sisi lain, analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Bird Jakarta telah menerapkan sistem keselamatan dan keamanan yang lengkap, termasuk pembatasan waktu berkendara, pengaturan kecepatan, pemeriksaan kesehatan pengemudi, perawatan rutin armada, dan pelatihan keselamatan. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan meningkat sebagai hasil dari penerapan kebijakan. Meskipun demikian, karena perusahaan sangat bergantung pada sumber daya, masih ada kesulitan untuk memastikan bahwa kebijakan diterapkan secara konsisten di semua level operasional. Studi ini hanya melihat satu pengelola bus wisata, jadi harus ada penelitian tambahan yang melibatkan lebih banyak operator dan menggunakan pendekatan metodologi campuran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang bagaimana Sistem Manajemen Keselamatan (SMS) diterapkan dalam transportasi darat di Indonesia.