Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Circle Pertemanan Dalam Pembentukan Moral Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Lopuo, Windi; R.Hatu, Dewinta Rizky; Rahmatiah, Rahmatiah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran circle pertemanan dalam pembentukan moral mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo. Circle pertemanan dipahami sebagai kelompok kecil yang terbentuk secara alami melalui interaksi sehari-hari mahasiswa, baik dalam konteks akademik, organisasi, maupun nonakademik. Keberadaan circle tidak hanya berfungsi sebagai ruang sosialisasi, tetapi juga sebagai agen penting dalam proses internalisasi nilai, pembentukan karakter, serta penguatan identitas moral mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori interaksi simbolik untuk memahami makna tindakan, simbol, dan interaksi yang muncul dalam circle pertemanan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap delapan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penekanan pada interpretasi makna sosial dari pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh circle pertemanan terhadap moral mahasiswa bersifat beragam. Circle akademik cenderung memperkuat nilai-nilai positif seperti kedisiplinan, kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab akademik. Circle organisasi berperan dalam membentuk moral kepemimpinan, solidaritas, serta tanggung jawab sosial, namun berpotensi memengaruhi prestasi akademik akibat tingginya intensitas kegiatan. Sementara itu, circle nonakademik berfungsi sebagai ruang dukungan emosional dan solidaritas personal, tetapi pada kondisi tertentu bersifat permisif terhadap perilaku negatif seperti bolos kuliah dan gaya hidup konsumtif. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pembinaan moral mahasiswa perguruan tinggi.