Dalam perannya sebagai pusat distribusi makanan segar dan kegiatan ekonomi masyarakat, pasar tradisional memiliki peran penting bagi perekonomian lokal, namun sebagai bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Ciroyom menghadapi berbagai hambatan seperti meningkatnya e-commerce dan persaingan ritel modern, serta pergeseran preferensi konsumen terhadap kenyamanan dan kebersihan. Penelitian ini bertujuan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran pedagang daging sapi sehingga dapat dirumuskan strategi yang lebih efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, survei pendahuluan, dan kuesioner terhadap sepuluh pedagang daging sapi yang dipilih secara acak, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pedagang meliputi kualitas daging sapi yang lebih baik dan segar, hubungan personal yang kuat dengan pelanggan, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, namun masih terdapat kelemahan internal berupa belum dimanfaatkannya pemasaran digital, harga yang tidak transparan, kondisi kios yang kurang bersih dengan infrastruktur terbatas, serta tidak adanya branding dan kemasan produk. Peluang berupa meningkatnya permintaan daging sapi segar dan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional diimbangi oleh ancaman berupa persaingan pasar online, perubahan selera konsumen ke arah produk yang lebih higienis, serta menurunnya daya beli masyarakat. Berdasarkan hasil IFAS dan EFAS, posisi pedagang berada pada Sel IX (Panen dan Pelepasan) dalam Matriks Internal-Eksternal, sehingga strategi pemasaran yang direkomendasikan bersifat defensif dengan fokus pada efisiensi operasional, pengendalian kelemahan internal, dan pemanfaatan kekuatan yang dimiliki.