Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pencapaian Nilai IKPA Satker pada Badan POM Sinurat, Megah Elisabet; Khomsiyah, Khomsiyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) pada Satuan Kerja di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM). Seiring dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, nilai IKPA menjadi instrumen krusial untuk mengukur kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan hasil anggaran belanja kementerian atau lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 103 responden yang merupakan pengelola keuangan dan pengguna sistem SAKTI/OMSPAN di BPOM. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji kualitas data (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (normalitas dan multikolinieritas), serta uji hipotesis (koefisien determinasi R², uji F, dan uji t) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), Komitmen Organisasi, dan Koordinasi Internal berpengaruh signifikan terhadap nilai IKPA dengan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, Kompetensi SDM dan Koordinasi Internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi anggaran, di mana Koordinasi Internal ditemukan sebagai faktor yang paling dominan dalam meminimalisir deviasi perencanaan. Sebaliknya, Komitmen Organisasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai IKPA, yang mengindikasikan bahwa loyalitas saja tidak cukup tanpa didukung oleh keahlian teknis operasional. Nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,523 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 52,3% variasi kinerja anggaran, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan intensitas pelatihan teknis dan penguatan sinkronisasi komunikasi antarunit untuk mempertahankan performa anggaran yang unggul di masa mendatang.