Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Operating Cash Flow, Leverage dan Intellectual Capital terhadap Financial Distress Putri, Apdhita Seftiantie Rusmaya; Norisanti, Nor; Saori, Sopyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh operating cash flow, leverage (Debt to Asset Ratio/DAR), dan intellectual capital terhadap financial distress pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2024. Financial distress merupakan kondisi penurunan kinerja keuangan yang dapat menjadi indikator awal kebangkrutan, sehingga perlu diidentifikasi melalui variabel-variabel internal perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan energi yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 31 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Metode analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS, disertai uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operating cash flow berpengaruh signifikan terhadap financial distress, yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional menjadi faktor penting dalam menjaga likuiditas dan keberlanjutan usaha. Leverage (DAR) juga berpengaruh signifikan terhadap financial distress, yang menunjukkan bahwa struktur pendanaan melalui utang memiliki peran dalam meningkatkan risiko tekanan keuangan apabila tidak dikelola secara optimal. Sementara itu, intellectual capital tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, karena karakteristik sektor energi yang lebih didominasi aset berwujud serta pengaruh eksternal seperti fluktuasi harga komoditas. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam mengevaluasi potensi risiko kesulitan keuangan perusahaan sektor energi.