Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), dan Ukuran Perusahaan Terhadap Peringkat Obligasi Korporasi Non-Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2024 Ernestina, Devina; Cholid, Idham
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6410

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peringkat obligasi sebagai indikator utama risiko gagal bayar yang menjadi dasar pengambilan keputusan investor di pasar modal. Peringkat obligasi tidak hanya mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya, tetapi juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar obligasi korporasi. Hal ini menjadi semakin relevan bagi obligasi korporasi non-keuangan di Indonesia yang menghadapi dinamika ekonomi yang signifikan selama periode 2019–2024, termasuk dampak pandemi COVID-19 dan fase pemulihan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan terhadap peringkat obligasi korporasi non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan dan data peringkat obligasi selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap peringkat obligasi baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Current Ratio dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi, sedangkan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, CR, DER, dan ukuran perusahaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi korporasi non-keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan likuiditas dan struktur permodalan perusahaan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh lembaga pemeringkat dalam menilai risiko obligasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas dan struktur utang yang optimal berperan penting dalam meningkatkan peringkat obligasi, sehingga dapat memperkuat kepercayaan investor serta mendukung stabilitas pasar obligasi korporasi di Indonesia.