Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Minat Penggunaan Fitur Split Bill di Kalangan Gen Z dengan Menggunakan Pendekatan Teori UTAUT 2 (Studi Kasus Nasabah Bank Rakyat Indonesia) Abadi, Nadia Sekar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6506

Abstract

Perkembangan teknologi finansial (fintech), khususnya mobile banking, telah mengubah perilaku transaksi masyarakat, terutama di kalangan Generasi Z yang akrab dengan teknologi digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Bank Rakyat Indonesia melalui aplikasi BRImo adalah fitur split bill, yang memungkinkan pengguna membagi tagihan secara otomatis dalam satu transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat Generasi Z dalam menggunakan fitur split bill pada aplikasi BRImo dengan menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Variabel independen yang diteliti meliputi performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan habit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 nasabah BRI Cabang Ungaran dari Generasi Z yang telah menggunakan fitur split bill. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel UTAUT2 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat penggunaan fitur split bill. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,789 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 78,9% variasi minat penggunaan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembang aplikasi perbankan digital untuk meningkatkan kemudahan penggunaan, manfaat fungsional, serta dukungan teknis fitur, sekaligus memperkuat validitas model UTAUT2 dalam konteks fintech di Indonesia.