Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR), Price Earning Ratio (PER), Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Non-Perbankan di Indeks Kompas100 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2024 Utami P, Lilis; Juwita, Ratna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6530

Abstract

Pergerakan harga saham merupakan indikator utama yang mencerminkan penilaian pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Pada perusahaan non-perbankan yang tergabung dalam Indeks Kompas100, fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental yang berkaitan dengan kebijakan dividen, profitabilitas, likuiditas, dan struktur pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR), Price Earning Ratio (PER), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham perusahaan non-perbankan yang terdaftar dalam Indeks Kompas100 di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan dan data harga saham yang dipublikasikan secara resmi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah melalui pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DPR dan PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan CR tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, DER menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di pasar modal Indonesia lebih menitikberatkan pada indikator profitabilitas dan kebijakan dividen dalam pengambilan keputusan investasi, sementara tingkat likuiditas tidak menjadi faktor utama penentu harga saham.