Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Bumdes Sebagai Sarana Peningkatan Ekonomi Tegila, Ling Liana; Bumulo, Sahrain; Hatu, Dewinta Rizky. R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bohabak 2, Kecamatan Bolangitang Timur, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam proses, peran, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan aparat pemerintah desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting dalam aspek perencanaan, pembinaan, pengawasan, serta penyusunan dan penerapan kebijakan terkait pengelolaan BUMDes. Meskipun demikian, pelaksanaan peran tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan yang ditemukan meliputi belum tertatanya struktur organisasi BUMDes secara jelas, rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan, serta masih terbatasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan usaha desa. BUMDes di Desa Bohabak 2 telah mengembangkan beberapa unit usaha, seperti produksi meja, taplak meja, kursi, serta penyediaan jasa sound system. Namun, keberadaan unit usaha tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kendala utama yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes meliputi keterbatasan kualitas sumber daya manusia, rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, serta belum tersedianya indikator keberhasilan yang jelas dan terukur. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran pemerintah desa melalui peningkatan kapasitas manajerial, penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta pelibatan aktif masyarakat agar BUMDes dapat dikelola secara efektif, berkelanjutan, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi desa.  
Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila : peran ganda dan eksistensi wanita karir di desa butu kecamatan tilongkabila Samani, Riskawati; Hatu, Dewinta Rizky. R.; Tamu, Yowan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6283

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Ganda dan Eksistensi Wanita Karir di Desa Butu Kecamatan Tilongkabila. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan secara mendalam fakta dan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian atau subsistem yang saling berkaitan dan saling bergantung. Parsons mengemukakan empat fungsi utama dalam sistem sosial, yaitu adaptasi (adaptation), pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan pemeliharaan pola (latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi wanita dalam menjalani peran ganda sangat dipengaruhi oleh adanya kepercayaan dan kerja sama antara suami dan istri. Wanita karir dituntut mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dukungan dan peran aktif suami menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, peran ganda ini juga menimbulkan dampak emosional, seperti rasa khawatir ketika anak mengalami sakit atau membutuhkan perhatian lebih.