Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Konten Youtube Food Vlogger Tanboy Kun terhadap Impulsive Buying pada Audiensnya Dani, Ismail Permata; Irawati, Fifi Endah; Wijaya, Herri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6647

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menganalisis hubungan kualitas konten YouTube food vlogger Tanboy Kun dengan perilaku impulsive buying pada audiens. Dalam ekosistem media digital, konten kuliner tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi yang dapat membentuk persepsi, emosi, dan keputusan konsumsi penonton. Kualitas konten dipahami sebagai kemampuan konten dalam menyajikan informasi yang jelas, menarik, kredibel, dan relevan, mencakup aspek kejelasan pesan, daya tarik visual, kredibilitas kreator, serta kesesuaian dengan kebutuhan audiens, sehingga mampu membentuk persepsi serta dorongan emosional dalam keputusan konsumsi. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (1–5) dari 105 responden yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu berdomisili di Kabupaten Kudus, berusia minimal 14 tahun, dan pernah menonton konten Tanboy Kun. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4 melalui pemodelan persamaan struktural berbasis partial least squares (PLS-SEM) yang meliputi evaluasi outer model dan inner model. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas konten memiliki hubungan positif dan signifikan dengan impulsive buying (β = 0,443; t = 4,896; p = 0,000), yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas konten sejalan dengan meningkatnya kecenderungan pembelian spontan pada audiens. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,196 mengindikasikan kontribusi penjelasan model berada pada tingkat moderat, sehingga impulsive buying juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian, seperti emosi, motivasi hedonis, atau promosi. Secara keseluruhan, temuan ini memperkuat posisi kualitas konten sebagai faktor penting dalam membentuk respons konsumsi spontan audiens dalam konteks kuliner digital.