This study aims to identify and understand the representation of self-love and emotional anxiety among young people in the song lyrics “Mata Air” by Hindia featuring Natasha Udu and Kamga. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The data source of this study is the song lyrics of “Mata Air”, obtained from platforms such as Spotify and YouTube. Data were collected through documentation study in the form of song lyrics taken from YouTube and Spotify for observation. The data analysis techniques include observing and identifying the meanings contained in each lyric, analyzing the messages conveyed in the song lyrics, examining the signifier and signified in each verse. The results of the study indicate that the song portrays the emotional journey of the younger generation in dealing with life pressures and the process of developing self-love. The representation of self-love reflects the concept of self-acceptance, as shown in lyrics such as “buying a ticket to the latest movie” and “ordering just enough for a single portion,” which signify self-acceptance and happiness in solitude. Meanwhile, the representation of emotional anxiety among young people is reflected in the lyric “Life is not about overtaking one another,” which signifies the anxiety experienced by many young people due to the competitive nature of life in pursuing their goals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna cinta diri dan keresahan anak muda dalam lirik lagu “Mata Air” oleh Hindia ft Natasha Udu & Kamga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Mata Air yang terdapat pada sumber Spotify, Youtube, dll. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa lirik lagu dari sumber Youtube dan Spotify yang akan diamati. Teknik analisis data berupa mengamati dan mengenali makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut, menganalisis pesan dalam lirik lagu, menganalisis penanda dan petanda pada tiap-tiap bait dalam lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lagu ini menggambarkan perjalanan emosional generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup dan proses mencintai diri sendiri. Pada representasi cinta diri menunjukkan adanya konsep self-love, yang dimana ditunjukkan pada lirik seperti “membeli satu tiket film terkini” dan “memesan yang cukup hanya untuk satu porsi” yang menandakan penerimaan diri dan kebahagiaan dalam kesendirian. Pada representasi keresahan emosional anak muda ditunjukkan pada lirik” Hidup bukan untuk saling mendahului” yang menandakan banyaknya anak muda yang resah karena hidup itu selalu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang mereka gapai.