Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai-Nilai Kepemimpinan Dalam Tafsir Al-Azhar: Studi Tentang Keseimbangan Antara Profesionalitas Dan Spiritualitas Halid, Ahmad Ridhoni Idham
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.491

Abstract

Krisis kepemimpinan kontemporer seringkali ditandai oleh dikotomi antara kompetensi teknis dan integritas moral, di mana banyak pemimpin cerdas namun nir-etika, atau saleh namun lemah secara manajerial. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep kepemimpinan ideal perspektif HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar untuk merespons problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode tafsir maudhū‘ī (tematik) yang dianalisis menggunakan pendekatan adabī ijtimā‘ī (sosial-kemasyarakatan) untuk menggali kontekstualisasi pemikiran HAMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kepemimpinan HAMKA bertumpu pada sintesis integratif dua pilar utama dalam Q.S. Al-Qaşaş ayat 26, yaitu al-qawiy dan al-amîn. HAMKA menafsirkan al-qawiy sebagai dimensi profesionalitas yang mencakup kecakapan manajerial, keahlian teknis (expert), dan kekuatan strategi, yang berkorelasi dengan sifat hafizhun ‘alîm dalam Q.S. Yūsuf ayat 55, sementara al-amîn dimaknai sebagai dimensi spiritualitas yang berakar pada keimanan dan melahirkan integritas. Temuan kunci menegaskan bahwa hubungan kedua dimensi tersebut bersifat hierarkis-fungsional di mana spiritualitas (budi pekerti) berfungsi sebagai pengendali bagi profesionalitas (akal/kompetensi). Implikasi konsep ini menawarkan model "Kepemimpinan Profetik" yang menyeimbangkan kapabilitas duniawi dengan kesadaran ukhrawi, yang sangat relevan diterapkan di Indonesia sebagai landasan etika birokrasi dan rekrutmen pemimpin publik.