Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Daun Kitolod (Hippobroma longiflora L.) Terhadap Kadar Malondialdehid Dan Jaringan Histopatologi Hati Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Isoniazid Dan Rifampisin afrianti, Ria; Suhatri, Suhatri; Nur, Aina; Riki, Ranova
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.233

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan memerlukan pengobatan jangka panjang dengan kombinasi isoniazid dan rifampisin. Pengunaan isoniazid dan rifampisin untuk mengobati penyakit tuberkulosis dapat menyebabkan hepatotoksisitas melalui mekanisme stres oksidatif yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA) dan kerusakan jaringan hati. Daun kitolod (Hippobroma longiflora L.) mengandung senyawa antioksidan diduga dapat menurunkan kadar MDA dan membantu memperbaiki kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kitolod terhadap kadar malondialdehid dan gambaran histopatologi hati tikus putih jantan yang diberi isoniazid dan rifampisin. Pada penelitian ini hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dosis ekstrak 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar MDA dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan gambaran histopatologi menggunakan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Nilai rata-rata kadar MDA pada kelompok kontrol negatif adalah 2,07 nmol/mL, kontrol positif adalah 3,28 nmol/mL, kelompok dosis 100 mg/kgBB adalah 2,59 nmol/mL, kelompok dosis 200 mg/kgBB adalah 2,42 nmol/mL, dan kelompok dosis 400 mg/kgBB adalah 2,30 nmol/mL. Hasil nilai rata-rata kadar MDA kelompok dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB secara signifikan (p<0,05) mendekati nilai rata-rata kadar MDA kelompok kontrol negatif. Hasil pengamatan histopatologi hati menunjukkan perbaikan kerusakan hati yang baik dengan dosis 400 mg/kgBB mendekati kontrol negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kitolod dapat menurunkan kadar MDA dan memperbaiki kerusakan jaringan hati tikus putih jantan yang diinduksi isoniazid dan rifampisin.