Hamzah, Jalaluddin Al Mahalli
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis Identitas Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di UIN Sumatera Utara : Studi Analisis terhadap Integrasi Ilmu dan Agama Hamzah, Jalaluddin Al Mahalli; Ritonga, Asnil Aidah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36598

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis identitas yang dialami mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di UIN Sumatera Utara, yang terjebak dalam dikotomi antara tuntutan modernitas global dan nilai-nilai tradisional keagamaan. Krisis ini bermanifestasi dalam bentuk kebingungan orientasi keilmuan, insecurity akademik, hingga disorientasi nilai akibat paparan media digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika krisis identitas tersebut dan mengevaluasi efektivitas implementasi integrasi ilmu dan agama (Wahdatul Ulum) sebagai solusi epistemologis dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di lingkungan kampus, dan studi dokumentasi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas mahasiswa dipicu oleh dua faktor utama: faktor eksternal berupa benturan budaya digital yang sekuler, dan faktor internal berupa belum matangnya implementasi kurikulum integrasi ilmu yang menyebabkan beban kognitif ganda (ketimpangan antara nalar Bayani dan Burhani). Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ilmu dan agama tidak boleh berhenti pada tataran filosofis, melainkan harus diturunkan ke dalam praksis pedagogis yang menyentuh dimensi spiritual dan intelektual secara simultan untuk membentuk mahasiswa yang berkarakter Ulul Albab.