Perkembangan media sosial telah mengubah secara signifikan pola praktik keberagamaan dan konstruksi otoritas keagamaan di masyarakat, khususnya di kalangan Generasi Z sebagai kelompok digital natives. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana proses mediatisasi agama berlangsung di kalangan Generasi Z serta bagaimana mekanisme interaksi digital seperti like, share, dan follow berperan dalam membentuk dan melegitimasi otoritas keagamaan digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-konseptual, melalui analisis terhadap literatur akademik berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan tema mediatisasi agama, otoritas keagamaan digital, budaya media sosial, dan karakteristik Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi untuk memetakan konsep, perspektif teoretis, dan temuan-temuan utama penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang dominan dalam praktik keberagamaan Generasi Z, di mana konten keagamaan dikonsumsi secara visual, singkat, dan interaktif. Indikator popularitas digital seperti jumlah like, share, dan pengikut berfungsi sebagai bentuk validasi sosial yang memengaruhi persepsi kredibilitas dan otoritas figur keagamaan di ruang digital, sehingga otoritas keagamaan cenderung bergeser dari legitimasi institusional dan keilmuan menuju legitimasi berbasis engagement dan visibilitas. Temuan ini menegaskan bahwa mediatisasi agama tidak hanya mengubah medium penyampaian ajaran agama, tetapi juga merekonstruksi struktur otoritas keagamaan di era digital, dengan implikasi penting bagi pemahaman dan praktik keberagamaan Generasi Z.