Intan Mariani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Pasien Cedera Kepala Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Intan Mariani; Dwi Prihatiningsih
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1038

Abstract

Cedera kepala (Traumatic Brain Injury/TBI) adalah kerusakan otak yang disebabkan oleh gaya mekanik eksternal—misalnya benturan, akselerasi-deselerasi, atau penetrasi yang dapat menghasilkan kontusio, hematoma, atau diffuse axonal injury. Pada pasien dengan penurunan kesadaran, TBI mengganggu kemampuan mempertahankan patensi jalan napas sehingga memicu bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret dan meningkatkan risiko aspirasi, infeksi paru, dan hipoksia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan jalan napas pada pasien cedera kepala yang mengalami hipersekresi sekret. Metode yang digunakan dalam laporan kasus ini adalah pendekatan deskriptif dengan studi kasus pada pasien cedera kepala yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Data dikumpulkan melalui pengkajian fisik, pemantauan tanda vital, dan prosedur penghisapan sekret, serta intervensi keperawatan seperti pemberian oksigen dan fisioterapi dada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami hipersekresi sekret yang menghalangi jalan napas, yang menyebabkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Pengelolaan yang dilakukan termasuk penghisapan lendir secara teratur, pemberian oksigen, dan kolaborasi dengan fisioterapi dada untuk mempercepat pengeluaran sekret. Meskipun ada sedikit perbaikan, masalah tersebut belum sepenuhnya teratasi, dan pemantauan terus-menerus terhadap status pernapasan dan perfusi serebral diperlukan.Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa pengelolaan jalan napas yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien cedera kepala, terutama yang terpasang trakeostomi. Kolaborasi tim medis, termasuk fisioterapi dada, dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko infeksi atau aspirasi.