Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran bernutrisi tinggi yang mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan luas. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena mampu menyalurkan unsur hara secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun turi yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair ramah lingkungan yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan kombinasi limbah sisik ikan dan daun turi ( Sesbania grandiflora ) terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, parameter tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Penelitian menggunakan rencana acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis POC (1,5; 2,5; 3,5; 4,5 ml) dan frekuensi penyiraman (1x, 2x, dan 3x per minggu). Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis dan frekuensi penyiraman berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, namun tidak terdapat interaksi antar keduanya. Perlakuan dosis tertinggi (4,5 ml) dan frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan pertumbuhan tinggi batang paling optimal. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis tinggi dan frekuensi penyiraman rendah. Variasi dosis POC tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, tetapi frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa POC berbahan limbah sisik ikan dan daun turi berpotensi mendukung pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitas yang lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman dibandingkan peningkatan dosis. Kata Kunci: daun turi; hidroponik; kangkung; pupuk organik cair; sisik ikan Abstrak Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran yang sangat bergizi, mudah dibudidayakan, dan membutuhkan lahan yang minimal. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena dapat memberikan nutrisi secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun Sesbania grandiflora (turi) yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku inovatif dan ramah lingkungan untuk produksi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (LOF) yang terbuat dari kombinasi limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, khususnya pada tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Percobaan menggunakan Rancangan Faktorial Acak Lengkap (CRFD) dengan dua faktor: dosis LOF (0, 1,5, 2,5, 3,5, dan 4,5 mL) dan frekuensi penyiraman (satu, dua, dan tiga kali per minggu). Data dianalisis menggunakan ANOVA Dua Arah pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis LOF dan frekuensi penyiraman secara signifikan mempengaruhi tinggi tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi yang signifikan antara kedua faktor tersebut. Dosis tertinggi (4,5 mL) dan frekuensi penyiraman sekali seminggu masing-masing secara independen menghasilkan tinggi batang terbesar. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun tren sedikit meningkat diamati pada dosis yang lebih tinggi dan frekuensi penyiraman yang lebih rendah. Variasi dosis LOF tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah daun; Namun, tanaman yang disiram sekali seminggu memiliki jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa LOF yang berasal dari limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitasnya lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman daripada dosis pupuk. Kata kunci: sisik ikan; hidroponik; pupuk organik cair (LOF) , daun Sesbania grandiflora; kangkung