Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Dhiu, Inriani Chintya; Suaib, Muhammad Ridha; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3656

Abstract

Masalah Sampah di Kota Makassar semakin bertambah dari tahun ke tahun dan masih belum teratasi, masih banyak penumpukan sampah di pinggir jalan, TPS pinggir jalan bahkan di pinggir galian atau sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah disembarang tempat. Penelitian ini bertujuan melihat tingkat efektivitas pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dengan tujuan meningkatkan pengelolaan sampah dan hambatan-hambatan apa saja yang mempengaruhi pengelolaan sampah sehingga tidak efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik analisis Kualitatif yaitu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa Kata-kata tertulis maupun lisan. Metode analisis yang digunakan ini adalah pendekatan analisis wawancara interaktif yang dikenal dengan istilah “interaktif model of analyze”. Pengelolaan sampah yang efektif tentunya sangat diperlukan agar sampah-sampah yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang efektif diharapkan dapat menjadikan Kota Makassar sebagai kota yang bersih. Permasalah tersebut mendapat respon dari pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup agar ditindak lanjuti. Salah satunya ialah pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif. Hal ini dibuktikan dengan empat indicator, yaitu ketetapan sasaran, sosialisasi, tujuan dan pemantauan serta masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar melibatkan kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas, Bank Sampah, TPS3R, TPA dan tenaga kerja lapangan/pengawas. Sedangkan hambatan dalam pengelolaan sampah terdapat dari hambatan internal, yaitu kurangnya anggaran serta proses dalam mengurus anggaran yang lama dan panjang, kesadaran masyarakat, biaya pengangkutan sampah yang dianggap cukup mahal. Yang menjadi tantangan adalah masyarakat yang tidak patuh dan minim informasi agar mendapatkan edukasi tentang proses pemilahan sampah dari rumah tangga sebelum diangkut oleh viar menuju Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di tiap-tiap Kecamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif karena dari keempat indicator hanya 2 tujuan yang efektif ialah ketepatan sasaran sudah dilakukan, sosialisasi ke tiap Kecamatan yang ada di Kota Makassar sedangkan pemantauan sudah berjalan. The waste problem in Makassar City is increasing from year to year and is still not resolved, there are still many piles of garbage on the roadside, roadside TPS and even on the edge of excavations or rivers. There are still many people who throw garbage in any place. This study aims to see the level of effectiveness of waste management by the Makassar City Environment Agency with the aim of improving waste management and what obstacles affect waste management so that it is not effective. The method used in this research is descriptive qualitative research. The results showed that waste management carried out by the Makassar City Environmental Service has not been effective. This is evidenced by four indicators, namely target determination, socialization, goals and monitoring as well as the lack of understanding and awareness of the community in processing household waste. Waste management by the Makassar City Environmental Service involves the head of the Environmental Service, the Head of the Solid Waste, Hazardous Waste, and Capacity Building Division, Waste Bank, TPS3R, TPA and field workers/supervisors. While the obstacles in waste management are internal obstacles, namely the lack of budget and the long and lengthy process of managing the budget, public awareness, the cost of transporting waste which is considered quite expensive. The challenge is people who are not compliant and lack information in order to get education about the process of sorting waste from households before being transported by viar to Temporary Waste Disposal Sites located in each District. The conclusion of this study is that in waste management by the Makassar City Environmental Service has not been effective because of the four indicators only 2 effective objectives are target accuracy has been carried out, socialization to each sub-district in Makassar City while monitoring has been running.