Perkembangan teknologi digital yang berlangsung pesat telah merevolusi berbagai sektor, termasuk pada sektor pendidikan. Salah satu inovasi paling dominan adalah Artificial Intelligence (AI). Inovasi yang kini semakin terintegrasi dalam proses pembelajaran mulai dari asisten virtual, platform adaptif, hingga alat bantu pengerjaan tugas seperti chatbot misalnya ChatGPT, Gemini, dan Meta AI. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) membawa banyak manfaat, antara lain meningkatkan motivasi belajar, mempermudah akses informasi, serta menciptakan pengalaman belajar yang personal dan interaktif. Namun, di balik potensinya yang besar, Artificial Intelligence (AI) juga menimbulkan berbagai tantangan, khususnya di kalangan pelajar SMP. Masalah etika dan privasi data, minimnya interaksi sosial, ketergantungan pada jawaban instan, serta rendahnya literasi digital menjadi isu krusial yang perlu segera diatasi. Data Kominfo (2022) menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih relatif rendah (3,54 dari skor maksimal 5), dengan aspek digital ethics sebagai salah satu yang paling lemah. Di SMP Islam Nurul Hidayah, Depok, kondisi ini tercermin dari masih banyaknya siswa yang belum memahami dampak positif maupun negatif penggunaan Artificial Intelligence (AI). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Sosialisasi Dampak dan Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam Kehidupan Sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang manfaat dan risiko AI, membekali keterampilan literasi digital secara holistik meliputi digital safety, culture, skill, dan ethics, serta menumbuhkan sikap kritis agar siswa tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi tetap mengembangkan kemampuan berpikir mandiri. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan siswa mampu menjadi pengguna AI yang cerdas, bertanggung jawab, dan beretika dalam menghadapi tantangan era digital.