Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesalahan Berbahasa Tataran Semantik dalam Unggahan Quotes pada Media Sosial Instagram Aziz, Amri
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.352

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan media sosial Instagram yang menjadikan quotes sebagai bentuk utama penyampaian narasi, baik berupa motivasi, refleksi kehidupan, maupun kritik sosial. Quotes sebagai teks singkat sering kali dianggap bebas dari kaidah kebahasaan, padahal dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kesalahan berbahasa, khususnya pada tataran semantik, yang berpotensi menimbulkan penyimpangan makna dan ambiguitas penafsiran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia pada tataran semantik dalam unggahan quotes di media sosial Instagram dan (2) menjelaskan implikasi kesalahan semantik tersebut terhadap pemahaman makna pesan serta relevansinya dalam pembelajaran analisis kesalahan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berupa unggahan quotes dari beberapa akun Instagram yang secara konsisten memproduksi konten kutipan dengan tema motivasi, kehidupan, dan sosial, sedangkan objek penelitian adalah kesalahan berbahasa Indonesia pada tataran semantik yang terdapat dalam unggahan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik sadap, simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan semantik dalam unggahan quotes Instagram meliputi penggunaan kata bermakna ganda yang tidak sesuai konteks, pemilihan diksi yang mirip secara bentuk tetapi berbeda makna, serta penggunaan kata yang menyebabkan penyimpangan makna leksikal dan kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa ketepatan makna tetap menjadi aspek penting dalam bahasa media sosial. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar dalam perkuliahan analisis kesalahan berbahasa Indonesia, khususnya pada kajian semantik.