Marjan, Arman
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kecerdasan Linguistik Anak melalui Gerakan Literasi Komunitas: Studi pada Kampoeng Baca Pelangi Narmada Marjan, Arman
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v2i1.353

Abstract

Rendahnya tingkat literasi dan kemampuan berbahasa anak masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan formal dan sumber bacaan. Anak usia dini berada pada fase golden age yang sangat menentukan perkembangan kognitif dan linguistiknya, sehingga memerlukan stimulasi yang tepat, berkelanjutan, dan kontekstual. Selain lembaga pendidikan formal, komunitas literasi hadir sebagai ruang alternatif yang berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gerakan literasi berbasis komunitas dalam penguatan kecerdasan linguistik anak melalui studi pada Kampoeng Baca Pelangi di Narmada, Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan kajian kontekstual terhadap praktik literasi yang dijalankan oleh komunitas. Data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah yang relevan serta analisis aktivitas literasi anak yang meliputi kegiatan membaca, mendongeng, interaksi verbal, dan pendampingan belajar di Kampoeng Baca Pelangi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas literasi yang dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan mampu memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan, menumbuhkan minat baca, serta membangun kepercayaan diri anak dalam berbahasa. Lingkungan literasi yang inklusif dan interaktif juga berkontribusi terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Dengan demikian, gerakan literasi komunitas memiliki peran strategis sebagai pelengkap pendidikan formal dalam menguatkan kecerdasan linguistik anak, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program literasi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan anak.