Enni Halimatussadiyah Pakpahan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PAPARAN POLUSI UDARA PM2,5 DENGAN RISIKO GANGGUAN KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH PERKOTAAN Eka Lolita Eliyanti Pakpahan; Enni Halimatussadiyah Pakpahan
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3137

Abstract

Polusi udara partikulat halus berukuran ≤2,5 mikrometer (PM2,5) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di wilayah perkotaan yang berkontribusi signifikan terhadap penurunan derajat kesehatan masyarakat. Paparan PM2,5 yang tinggi diketahui dapat menembus sistem pernapasan hingga ke alveoli paru-paru dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan polusi udara PM2,5 dengan risiko gangguan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui studi potong lintang. Data paparan PM2,5 diperoleh dari stasiun pemantauan kualitas udara, sedangkan data kesehatan masyarakat dikumpulkan melalui data sekunder fasilitas pelayanan kesehatan dan survei responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasional dan regresi untuk melihat hubungan antara tingkat paparan PM2,5 dan kejadian gangguan kesehatan, khususnya penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingginya konsentrasi PM2,5 dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PM2,5 merupakan faktor risiko lingkungan yang penting dalam kesehatan masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan pengendalian pencemaran udara, peningkatan pemantauan kualitas udara, serta edukasi masyarakat sebagai upaya preventif untuk menurunkan dampak kesehatan akibat paparan PM2,5.