Skizofrenia merupakah salah satu gangguan kesehatan jiwa kronis yang mempengaruhi daya pikir, persepsi, emosi, pergerakan dan perilaku individu. Skizofrenia sebagai salah satu gangguan jiwa kronis membutuhkan perhatian khusus karena berdampak signifikan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Data menunjukkan bahwa jumlah penderita skizofrenia terus bertambah, di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi tinggi, namun rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan jangka panjang dan juga dukungan fasilitas kesehatan yang masih kurang optimal menjadi permasalahan yang perlu diperbaiki. Kondisi ini menegaskan urgensi penyediaan fasilitas kesehatan jiwa yang memadai dan berorientasi pada penyembuhan menyeluruh. Menanggapi hal tersebut, rancangan Skizofrenia Center menjadi suatu tempat untuk mewadahi kegiatan di dalamnya yang berorientasi pada penyembuhan menyeluruh. Untuk mendukung proses penyembuhan, Therapeutic Landscape diusungkan sebagai tema perancangan untuk menciptakan ruang penyembuhan dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau, dan elemen ramah sensorik untuk mempercepat pemulihan. Dalam rancangan ini,metode yang diterapkan adalah metode perancangan yang dikemukakan oleh William Pena. Metode ini adalah pendekatan sistematis yang menekankan identifikasi kebutuhan proyek melalui analisis mendalam, sehingga permasalahan dapat dipahami secara komprehensif sebelum tahap desain, dan menghasilkan solusi yang efisien, fungsional, serta sesuai kebutuhan pengguna. Kata Kunci : therapeutic landscape, skizofrenia, kabupaten gowa