I Gede Pandu Palguna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalence of persistent primary teeth at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from period January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus persistensi gigi sulung di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali pada periode Januari 2024 hingga Maret 2025 Ni Made Molin; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi; I Gede Pandu Palguna
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dapat terjadi pada semua kelompok usia, terutama anak, penting untuk diperhatikan. Masalah gigi yang banyak terjadi pada anak selain karies adalah persistensi gigi sulung. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, pada bulan Januari-Maret 2025. Penelitian ini dilakukan secara observasi dengan metode cross-sectional. Data kunjungan penderita kasus persistensi gigi sulung di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I sebanyak 359 pasien. Disimpulkan bahwa tingginya kasus persitensi di UPTD dapat disebabkan oleh ku-rangnya pengetahuan pada orang tua.
Prevalence of pulp necrosis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali periode Januari 2024- Maret 2025 I Nyoman Anugerah Purna Wijayana; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi; I Gede Pandu Palguna
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kematian jaringan pulpa atau nekrosis pulpa. Tindakan promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk mengurangi terjadinya kasus ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sektor kesehatan gigi dan mulut. Penelitian observasi ini menggunakan metode cross-sectional; menunjukan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 sebesar 20,5%. Dari total 105 kasus, 60% merupakan pasien perempuan dan 40% laki-laki. Perbandingan ini menunjukan bahwa perempuan lebih sering menderita nekrosis pulpa, yang dapat dikorelasikan dengan kecenderungan perempuan memiliki kebiasaan snacking sehingga menderita karies yang akan bertambah parah menjadi nekrosis pulpa. Disimpulkan bahwa kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan yang berkaitan dengan kebiasaan snacking pada perempuan yang meningkatkan resiko terjangkitnya karies