Setiadi Putra, Edi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Visual Dan Filosofis Waruga Bodas Dalam Konteks Sosio-Kultural Desa Pusakanagara, Baregbeg Ciamis Setiadi Putra, Edi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v17i2.7774

Abstract

The Waruga Bodas parade is a cultural expression of the people of Pusakanagara Village, Baregbeg District, Ciamis Regency, depicting the spiritual journey of legendary figures from the Galuh Kingdom, such as King Ciung Wanara and King Hariang Banga. This parade not only emphasizes visual beauty but also emphasizes the philosophy of life regarding purity, resilience, and human identity. However, the design of the figures and attributes of Waruga Bodas are not yet fully aligned with the underlying philosophical meaning. This study aims to examine the relationship between the visual form and philosophical meaning of Waruga Bodas through a Sundanese aesthetic approach and the socio-historical context of the Galuh community. The methods used include visual analysis of visual elements and symbolism based on social media documentation and local publications. The results demonstrate the importance of updating the design to better reflect Sundanese philosophical values ​​and aesthetics that are contextual to the culture of Pusakanagara Village.
WAYANG LANDUNG: REPRESENTASI INOVASI KREATIF DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Setiadi Putra, Edi
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.232

Abstract

Wayang Landung Panjalu merupakan kesenian kontemporer yang berkembang di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan figur wayang berukuran raksasa setinggi 3–4 meter yang diarak dalam pertunjukan helaran. Diciptakan oleh seniman lokal Pandu Radea pada tahun 2000, Wayang Landung merupakan inovasi seni pertunjukan yang menggabungkan unsur wayang golek, tradisi orang-orangan sawah, dan kesenian Bebegig Panjalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik visual, fungsi sosial, serta makna kultural Wayang Landung sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kajian historiografis dan interpretasi, dengan teknik pengumpulan data dengan observasi terhadap publikasi Wayang Landung di beberapa media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Landung berfungsi sebagai media hiburan, ritual adat, dan pendidikan budaya, serta menjadi simbol identitas masyarakat Panjalu. Wayang Landung tidak hanya menjadi ikon budaya Kabupaten Ciamis, tetapi juga representasi dinamika kebudayaan lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.