Penelitian ini membahas tantangan dalam pendidikan ilmu sosial di tingkat sekolah dasar, khususnya di kelas 5 SDIT Al Bayyinah, di mana metode pengajaran yang seragam dan materi yang tidak kontekstual menghambat perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Kurangnya variasi materi dan dukungan yang terbatas untuk gaya belajar yang beragam menyebabkan siswa menjadi kurang aktif dan kesulitan dalam menganalisis serta menarik kesimpulan dari informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pendidikan sejarah yang efektif dan praktis dengan pendekatan diferensiasi konten guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Desain dan Pengembangan (D&D), yang meliputi tahap identifikasi masalah, desain awal (desain prototipe), pengembangan, implementasi, evaluasi, dan revisi. Bahan ajar dikembangkan dalam format digital menggunakan platform Canva, dengan mempertimbangkan gaya belajar visual, auditif, dan kinestetik siswa. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut dinilai “Sangat Layak” (87,14%) dan “Cukup Layak” (80,00%), dengan rekomendasi perbaikan untuk memperkuat konten dan struktur penyajian. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis siswa, dengan skor rata-rata post-test meningkat dari 55 menjadi 87, dan skor N-Gain sebesar 0,737 (kategori tinggi), hasil effect size juga senilai 2,397 yang termasuk kategori besar. Tanggapan siswa terhadap bahan ajar ini juga sangat positif (90%), menunjukkan tingkat antusiasme dan motivasi yang tinggi. Dengan demikian, pengembangan diferensiasi konten dalam pendidikan ilmu sosial telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, meskipun pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk optimalisasi.