Bullying pada remaja merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Remaja sebagai individu yang berada pada fase perkembangan pencarian identitas sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial, termasuk perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena bullying pada remaja serta peran konselor sekolah dalam melakukan intervensi preventif berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku dan artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik bullying dan bimbingan konseling di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, peran, dan strategi intervensi preventif yang dilakukan oleh konselor sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konselor sekolah memiliki peran strategis sebagai agen pencegahan bullying melalui layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif, seperti layanan informasi, bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, serta kolaborasi dengan guru, orang tua, dan siswa melalui program konselor sebaya. Intervensi preventif yang dilakukan secara terencana dan kolaboratif terbukti mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan remaja secara optimal. Dengan demikian, penguatan peran konselor sekolah dalam intervensi preventif menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan bullying pada remaja. Bullying among adolescents remains a prevalent problem in school environments and has negative impacts on students’ psychological, social, and academic development. Adolescence is a critical developmental stage characterized by identity formation and strong dependence on peer relationships, making adolescents particularly vulnerable to bullying behaviors. Therefore, systematic and sustainable preventive efforts within schools are essential. This study aims to examine the phenomenon of bullying among adolescents and to analyze the role of school counselors in implementing preventive interventions based on relevant scientific literature. This study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from various sources, including books and nationally accredited Indonesian journal articles related to bullying and school guidance and counseling. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify key concepts, roles, and preventive intervention strategies carried out by school counselors. The findings indicate that school counselors play a strategic role as agents of bullying prevention through preventive guidance and counseling services, such as information services, classroom guidance, group guidance, individual counseling, and collaboration with teachers, parents, and students through peer counseling programs. Well-planned and collaborative preventive interventions contribute to creating a safe, inclusive, and supportive school environment that promotes optimal adolescent development. Therefore, strengthening the role of school counselors in preventive interventions is a crucial step in addressing bullying among adolescents.