Stroke adalah serangan pada jaringan otak yang terjadi secara mendadak yang menyebabkan kematian pada jaringan otak dan menjadi kematian kedua setelah jantung. Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyumbatan kekurangan oksigen menyebabkan fungsi control gerak tubuh yang dikendalikan oleh otak tidak berfungsi. Salah satu bentuk rehabilitasi awal pada penderita stroke adalah dengan memberikan mobilisasi berupa ROM baik pasif maupun aktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Populasi penelitian ini seluruh seluruh penderita stroke yang berjumlah 76 orang, pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel 19 orang. Variabel independen adalah Range of Motion (ROM) dan variabel dependen adalah kekuatan otot. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan analisis menggunakan uji wilcoxon dengan signifikansi α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukannya ROM menunjukkan nilai rata-rata 1,98 dan setelah dilakukannya ROM dari 19 responden menunjukkan rata-rata 3,99. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 maka ada pengaruh Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca Stroke. Latihan ROM dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologis untuk penderita stroke sebagai terapi rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan otot. Berdasarkan hasil analisis Range Of Motion (ROM) berpengaruh Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca stroke. Pemberian ROM berpengaruh positif terhadap peningkatan kekuatan otot, khususnya pada ekstremitas bawah. Latihan ROM juga dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan kekakuan sendi