Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH STRUKTUR MODAL, FINANCIAL DISTRESS, RISIKO LITIGASI TERHADAP PRUDENCE ACCOUNTING Rahmadila, Ulfa; Nilwan, Afrizal
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 10 No 1 (2026): JISAMAR (February 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v10i1.2288

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh struktur modal, kesulitan keuangan, dan risiko litigasi terhadap kehati-hatian akuntansi pada perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2022–2024. Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel dipilih melalui purposive sampling, menghasilkan 25 perusahaan dengan total 75 observasi perusahaan-tahun. Struktur modal diwakili oleh rasio utang terhadap ekuitas (DER), kesulitan keuangan diukur menggunakan model Grover (G-Score), risiko litigasi diwakili oleh rasio likuiditas, dan kehati-hatian akuntansi diukur menggunakan konservatisme berbasis akrual. Setelah melewati uji asumsi klasik, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS. Hasil empiris menunjukkan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi. Sebaliknya, kesulitan keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi, menunjukkan bahwa tekanan keuangan yang lebih tinggi mendorong perusahaan untuk mengurangi penerapan praktik akuntansi yang hati-hati. Sementara itu, risiko litigasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi, yang mengindikasikan bahwa paparan yang lebih besar terhadap potensi klaim hukum memotivasi perusahaan untuk mengadopsi pelaporan keuangan yang lebih konservatif. Temuan ini menyiratkan bahwa tekanan eksternal, khususnya risiko litigasi, memainkan peran yang lebih menentukan dalam mendorong kehati-hatian akuntansi daripada faktor internal seperti struktur modal.