Rustam, Anona
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Siswa SMP Dilingkungan Pembelajara Model Berdiferensiai Jufri, Yuliana; Rustam, Anona; Zulaeha, Ode
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1176

Abstract

Perkembangan teknologi dan kebutuhan global menuntut peserta didik memiliki keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah menengah pertama masih cenderung bersifat seragam, belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa (Tomlinson, 2017). Penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya penguatan keterampilan abad 21 melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada siswa SMP serta menganalisis dampak implementasinya terhadap kemampuan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 62 siswa kelas VIII dari dua sekolah negeri berbeda. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterampilan abad 21, angket persepsi siswa, serta rubrik penilaian proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, penilaian berbasis proyek, dan wawancara singkat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan nilai rata-rata untuk melihat perubahan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan keterampilan abad 21 secara signifikan, terutama pada aspek kolaborasi (Δ = 0.32) dan kreativitas (Δ = 0.28). Siswa dengan variasi gaya belajar yang sebelumnya memiliki capaian rendah menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman konsep. Temuan ini mendukung pandangan bahwa diferensiasi konten, proses, dan produk memungkinkan setiap siswa belajar sesuai kesiapan dan minatnya (Heacox & Cash, 2020). Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan strategi diferensiasi secara konsisten, memperkuat asesmen diagnostik, serta mengembangkan proyek berbasis masalah yang menstimulasi kompetensi abad 21. Implikasi bagi sekolah adalah perlunya pelatihan rutin terkait desain pembelajaran berdiferensiasi guna menumbuhkan budaya belajar adaptif yang relevan dengan tuntutan era modern.