Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif menjadi tuntutan utama pembelajaran matematika abad ke-21, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional yang kompleks. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberi ruang interaksi bermakna dan eksplorasi ide siswa. Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran inovatif yang mampu menstimulasi kolaborasi, pemecahan masalah, serta elaborasi ide melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti deep learning. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis deep learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA pada materi matematika. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan subjek 68 siswa kelas XI yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen terdiri atas tes berpikir kritis, tes berpikir kreatif, lembar observasi aktivitas kolaboratif, serta log aktivitas pembelajaran berbantuan platform deep learning. Prosedur pengumpulan data mencakup pretest–posttest, observasi kelas, dan analisis jejak digital pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA dan analisis kualitatif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model kolaboratif berbasis deep learning mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Analisis kualitatif mengungkap bahwa visualisasi otomatis, rekomendasi pemecahan masalah, serta umpan balik adaptif dari sistem deep learning mendorong interaksi kolaboratif yang lebih kaya dan eksploratif. Implikasinya, integrasi deep learning dalam pembelajaran matematika direkomendasikan sebagai strategi pedagogis inovatif untuk memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru perlu mendapatkan pelatihan tentang desain aktivitas kolaboratif digital, sementara sekolah perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai.