Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bunder dalam mengolah bunga rosella menjadi produk minuman herbal bernilai tambah serta mengevaluasi potensi peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha pengolahan rosella. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif dengan desain deskriptif kualitatif yang melibatkan 30 peserta dari masyarakat lokal. Instrumen yang digunakan meliputi panduan pelatihan, lembar observasi, dan kuesioner evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi selama proses pelatihan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 72% tentang manfaat kesehatan bunga rosella (dari 23% menjadi 95%) dan mampu menghasilkan tiga varian produk minuman herbal yang layak jual. Produk yang dihasilkan berhasil dipasarkan melalui media sosial dengan harga Rp10.000 per kemasan, menghasilkan keuntungan bersih Rp. 1.800.000 dalam bulan pertama dengan potensi pendapatan tambahan Rp. 600.000 per bulan per peserta. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang relatif kecil (30 peserta) sehingga membatasi generalisasi hasil, periode evaluasi yang singkat belum dapat mengukur keberlanjutan usaha jangka panjang, serta belum mengkaji aspek regulasi dan sertifikasi produk. Implikasi – Kegiatan ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dengan potensi penghasilan tambahan mencapai Rp600.000 per bulan per peserta dan membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis produk lokal. Program ini juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini adalah mengembangkan model pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan teknik pengolahan produk dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial, serta mengkaji efektivitas pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis produk lokal untuk menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa.